Saturday, February 16, 2019

#Belajar-R: Membuat Diagram Batang (Barplot)


Hallo friends, setelah kemarin kita membahas pembuatan scatter plot, sekarang ini kita akan membahas bagaimana membuat diagram batang (barplot) dan diagram pie (pie chart) dengan menggunakan program R. Data yang kita gunakan masih sama seperti kemarin, yaitu data nilai. Jika ada yang belum mempunyai, silakan download di sini Download Data.



Tugas kita kali ini adalah membuat grafik sebaran jumlah siswa per kategori (sangat kurang, kurang, cukup, baik, sangat baik, dan istimewa). Pengelompokan siswa tersebut berdasarkan nilai rata-rata ketiga mata pelajaran. Oleh karena itu, untuk dapat mengelompokkan siswa kedalam kategori-kategori tersebut, kita perlu terlebih dahulu melakukan perhitungan rata-rata nilai dari ketiga mata pelajaran per siswa.

Setelah kita memperoleh nilai rata-rata persiswa, kita akan kelompokkan menjadi 6 kategori:


Adapun fungsi yang kita gunakan untuk mengelompokkan rata-rata nilai ke dalam kelompok tersebut, kita dapat memanfaatkan fungsi cut. Fungsi cut sudah kita pelajari kemarin, silakan simak dipostingan berikut Mengubah Data Numerik Menjadi Kategorik.


Hasil dari pengelompokannya adalah sebagai berikut:

Baiklah, kita mulai saja membahas bagaimana cara membuat diagram batang atau istilah kerennya barplot.

Fungsi yang akan kita gunakan adalah barplot.
>barplot(data frame, label sumbu x, label sumbu y, rentang sumbu y)




Bagaimana? Mudah kan?

Okay, sekarang kita mulai membuat barplot yang lebih kompleks. Sebelum kita memulainya, kita harus mengimput data baru agar latihan ataupun contoh yang diberikan relevan dengan apa yang akan kita pelajari.

Pak Jono selama empat tahun terakhir memelihara ayam dan bebek di pekarangan rumahnya. Jumlahnya adalah sebagai berikut:

Sekarang, tugas kita adalah membuatkan pak Jono diagram batang (barplot) yang dapat menggambarkan jumlah unggas (ayam dan bebek) yang dipeliharanya selama empat tahun terakhir. Setidaknya ada dua opsi diagram batang yang dapat kita buat.


Opsi pertama yang dapat kita pilih adalah dengan membuatkannya barplot berpasangan. Begini hasilnya:


Adapun fungsi yang kita gunakan adalah sebagai berikut:



Kunci dalam membuat barplot perpasangan seperti diatas adalah fungsi beside=TRUE yang berarti barplot-nya akan tersusun berhimpitan sesuai dengan variabelnya (ayam dan bebek). Untuk masalah warna, kita dapat merubahnya sesuai dengan apa yang kita inginkan. Tinggal tulis saja dalam fungsi col=c(“…””…”).

Selanjutnya, kita akan menyisipkan legenda untuk mempermudah pembaca dalam membaca diagram batang kita. Caranya adalah dengan memanfaatkan fungsi legend.

            >Legend(“posisi legenda”, c(“legenda yang mau ditampilkan”), fill=c(“warna”)

Ingat! Keterangan legenda dan warna harus sinkron alias merepresentasikan apa yang ada di dalam diagram batang. Jangan sampai di diagram batang warna kuning sebenarnya menunjukkan tahun 2016 tetapi dilegenda ditulis warna kuning menunjukkan tahun 2018.

Opsi kedua yang dapat kita buat untuk menggambarkan jumlah ternak pak Jono adalah dengan menjumlahkan ternak ayam dan bebek pertahun. Seperti ini diagram batangnya guys:


Adapun fungsi yang digunakan adalah sebagai berikut:

Nggak kelihatan ya? Hehehe. Tenang, biar jelas saya tuliskan.
       >barplot(t(unggas), main="Jumlah Unggas yang dimiliki Pak Jono", xlab="Tahun",  col=c("red", "yellow", "Purple", "blue"), ylab="Jumlah", names.arg=c("2015", "2016", "2017", "2018"))


Jika diagram batang yang pertama tadi (barplot berpasangan), sumbu x merupakan jenis unggas (ayam dan bebek), digram batang yang kedua ini, sumbu x nya menunjukkan tahun. Jadi di diagram batang yang kedua ini dapat menunjukkan total unggas peliharaan pak Jono selama satu tahun.

Adapun perbedaan fungsi antara keduanya adalah:
  1. Fungsi beside=TRUE kita hilangkan,
  2. Di diagram batang yang kedua ini, kita mentranspose data yang sebelumnya sumbu x-nya adalah jenis unggas, kita ganti menjadi tahun. Caraya adalah dengan menuliskan fungsi transpose didepan data set yang kita miliki t(unggas).
  3. Kita juga harus mencantumkan keterangan di sumbu x untuk setiap batang di diagramnya dengan cara menggunakan fungsi names.arg=c(“…”, “….”). Nama yang kita cantumkan dalam fungsi names.arg harus sama dengan jumlah batang di diagram.


Bagaimana guys, sudah jelaskan? Jika ada pertanyaan, silakan tulis di kolom komentar atau email langsung ke saya. Sekian dulu materi kali ini. Sampai berjumpa dimateri yang lain.

0 comments:

Post a Comment